Belajar Menjadi Hacker

Pada saat saya menulis ini, saya sangat berharap bahwa ilmu keamanan jaringan nantinya digunakan untuk hal-hal yang baik. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik sebuah dotcom akan jatuh jika situs mereka sampai bobol, rekan-rekan hacker sangat di harapkan menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut.

1. Hacker
Hacker adalah seseorang yang memiliki ketertarikan pada dunia komputer dan bekerja
secara misterius dengan Sistem Operasi Komputer apapun. Seringkali, para hacker adalah seorang programmer. Hacker dikenal memiliki pengetahuan mendalam tentang sistem operasi dan bahasa pemrograman. Mereka mengetahui berbagai celah dalam sistem dan mengeksploitasi sistem tersebut. Para Hacker terus-menerus mencari ilmu pengetahuan, saling berbagi tentang apa yang mereka temukan dan tidak pernah mengakibatkan kerusakan data. Sehingga seseorang d ikatakan hacker jika :
-suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system.
-melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja.
-bisa menghargai dan menikmati hasil hacking orang lain (saling berbagi pengetahuan,
bukan untuk merusak)
-dapat secara cepat belajar pemrogramman.
-ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti "UNIX hacker".

Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata-strata (tingkatan) yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Tingkatannya adalah :

-Elite :
Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaring an secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap
harinya. Sebuah anugr ah yang sangat alami, merek a biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki
sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.

-Semi Elite:
Hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan &
pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.

-Developed Kiddie:
Sebutan ini terutama kar ena umur kelompok ini masih muda (ABG) & masih sekolah.
Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka
mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggu nakan Grafik User Interface (GUI) & baru
belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
-Script Kiddie:
Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal.
Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

-Lamer:
Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan yang ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar
menukar software. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke &
DoS. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
Sedangkan aturan main hacker adalah :

*Menghormati pengetahuan & kebebasan informasi.
*Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di
keamanan yang dilihat.
*Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
*Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
*Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
*Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan
berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
*Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang, kartu kredit dan lain sebagainya.
*Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
*Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
*Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukannya seperti mesin sendiri.
Banyak produsen2 software sangat berterima kasih akan masukan dari para hacker,
karena dengan adanya masukan ini software2 yang mereka buat menjadi semakin baik.
Memang kadang eksploit yang dihasilkan para hacker tidak langsung di peroleh si perusahaan software, tapi di tahan oleh komunitas underground – sampai digunakan oleh lamers & membuat kekacauan. Selain produsen software juga para administrator yang kadang juga membutuhkan hacker untuk menguji keamanan sistem mereka bahkan di Indonesia pernah diadakan lomba hacker yang bertujuan unutk melumpuhkan sebuah sistem yang sangat tinggi tingkat kemanannya (tentu saja sistem ini memang dibuat untuk lomba tersebut). Bahkan Bill Gates dan Paul Allen dari masa-masa sekolah mereka telah menghacking software. Keduanya merupakan programmer yang handal. Dimulai pada tahun 1980, mereka membangun kerajaan bisnis software terbesar di dunia. Kesuksesan komersial mereka meliputi MS-DOS, MS Windows yang kita gunakan sekarang ini..
Contoh lainnya yaitu tahun kemarin waktu situs KPU dihack oleh Dhani (yang sekarang kabarnya bekerja sebagai konsultan IT di Indosat), sebetulnya Dhani sudah memberitahu administrator KPU (sesuai aturan) karena situs tersebut terdapat celah yang bisa dibobol, tetapi para adiminstrator tersebut terlalu arogan karena mereka yakin sistem yang dibangun sekian milyar tersebut mempunyai tingkat keamanan yang tinggi dan tidak akan bisa dihack tetapi kenyataanya hanya dengan statement SQL simple saja yang ditambahkan ke URL udah bisa kebobo l dan hasiln ya nama2 partai diganti dengan nama2 yang lucu2.

2. Cracker
Cracker adalah seseorang yang membobol ke dalam atau melanggar integritas sistem dari mesin remote, dan menimbulkan kerusakan. Cracker, seringkali mendapatkan akses ilegal, merusak data, menghindari layanan user yang absah, atau pada dasarnya menyebabkan kerusakan pada target mereka. Cracker dengan mudah diidentifikasi karena tindakan mereka yang merusak.

Mengapa Para Cracker Ada?
Cracker ada karena sifat alamiah manusia yang seringkali didorong oleh keinginan untuk merusak ketimbang mencipta. Beberapa orang cracker melakukan crack demi uang.
Mereka berada di medan perang, terlibat diantara dua perusahaan yang berkompetisi. Mungkin saja Perusahaan A ingin merusak situs Perusahaan B. Maka disewalah para
cracker. Mereka membobol berbagai jenis sistem yang digunakan, demi uang. Beberapa cracker terlibat dengan tindakan kr iminal, seperti merampas daftar profil pengguna kartu kredit. Disini mereka seringkali menggunakan credit card atas nama pemegang kartu
tersebut. Hal yang umum lainnya adalah kloning ponsel, pembajakan, dan berbagai aktifitas fraud (penipuan). Jenis cracker lainnya adalah para remaja yang mendemonstrasikan suatu kemampuan luarbiasa mereka dalam mencerna pengetahuan teknis komputer. Demi mendapatkan sensasi luar biasa dari target mereka.

Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet
antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.co m, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/VPN-Masquerade-HOWTO. html.
Beberapa Frequently Ask ed Questions (FAQ) tentang keamanan jar ingan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one. com/do cuments/fw- faq. htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.

Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar
http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.

Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda jauh dunia seni kebetulan disini kita
berbicara tentang seni perang & seni keamanan jaringan. Seperti dijelaskan oleh Front- line Information Security Team, “Techniques Adopted By 'System Crackers' When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang cacker umumnya pria usia 16-25 tahun. Melakukan cacking untuk meningkatkan kemampuan atau menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, umumnya cracker akan menginstall pintu belakang (backdoo r) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.

Seperti kita tahu bahwa umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server.
Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang memudahkan akses ke mail server dalam perusahaan. Dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan.

Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari software wingate. Atau melompat dari mesin yang menggunakan proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah ber hasil melo mpat dan memasuki sistem lain, cracker harus melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah 'ls <domain or netwo rk>' , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk meng identifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai doku men di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah 'expn <user>', dan (5) mem-finger user di mesin- mesin eksternal lainn ya.

Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya d i anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Commo n Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.

Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti 'ps' & 'netstat' di buat trojan (ingat cerita kuda troya?) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker ber hasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon di server yang lemah. Selanjutnya cracker dapat dengan mudah memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).

Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker perlu melakukan operasi pembersihan 'clean-up‘ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang 'backdooring'. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingann ya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibaca, cracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan, memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat, bahkan bisa mematikan jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm –rf / &’.

Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru.