
PILKADA KALSEL 2010
PILKADA KALSEL 2010, Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2010 mendatang. Setelah melaksanakan pemilihan wakil-wakil rakyat dan pemilihan terbesar yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, maka rakyat Di Kalimantan Selatan akan melaksanakan pesta demokrasi lagi pada tahun 2010 ini, yaitu pemilihan umum Gubernur Kepala Daerah dan Wakil Gubernur Kepala Daerah, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, serentak di tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Adapun tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang melaksanakan pilkada kalsel 2010 itu adalah Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Banjar, Hulu Sungai Tengah, Balangan dan Kota Banjarbaru beserta Kota Banjarmasin.
Pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah, atau seringkali disebut pilkada, adalah pemilihan umum untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung di Indonesia oleh penduduk daerah setempat yang memenuhi syarat. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah:
* Gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi
* Bupati dan wakil bupati untuk kabupaten
* Walikota dan wakil walikota untuk kota
Sebelumnya, kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dasar hukum penyelenggaraan pilkada adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam undang-undang ini, pilkada (pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah) belum dimasukkan dalam rezim pemilihan umum (pemilu). Pilkada pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2005.
Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, pilkada dimasukkan dalam rezim pemilu, sehingga secara resmi bernama "pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah". Pilkada pertama yang diselenggarakan berdasarkan undang-undang ini adalah Pilkada DKI Jakarta 2007.
Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, peserta pilkada adalah pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Ketentuan ini diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa peserta pilkada juga dapat berasal dari pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang. Undang-undang ini menindaklanjuti keputusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan beberapa pasal menyangkut peserta Pilkada dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Untuk pilkada kalsel 2010, ada sejumlah pelamar dari berbagai tokoh masyarakat.
Adapun sejumlah pelamar yang mengikuti pilkada kalsel 2010, yaitu calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel, walikota dan wakil walikota, bupati dan wakil bupati tahun 2010 ini untuk sementara antara lain adalah :
CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR KALSEL 2010:
H Rudy Ariffin (pejabat gubernur saat ini)
Rudy Resnawan (walikota Banjarbaru)
H Zairullah Azhar (bupati Tanah Bumbu (Tanbu)
Habib Aboe Bakar Al Habsyi (anggota DPR-RI)
H Sjachrani Mataja (bupati Kotabaru/ketua DPD Partai Golkar di kabupaten Kotabaru)
Gusti Farid Hasan Aman (anggota DPD Kalsel)
H. M Ramlan (seorang pengusaha terkenal Kalsel)
M Nahwan SA (politisi PAN)
Khairil Wahyuni (pejabat PT. PLN)
Alwi Syahlan (wakil walikota Banjarmasin saat ini)
HM Rosehan NB (wakil gubernur KalSel saat ini)
Drs. H. SAIFUL RASYID, MM (bupati Barabai)
Abdul Muin
Andin Asrudin Noor
CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BANJARMASIN 2010:
H A. Yudi Wahyuni Usman (walikota)
Drs H Zulfadli Gazali MSi (sekretaris daerah kabupaten Tanah Bumbu)
H. Muhidin (ketua PBR Kalsel/pengusaha)
Ir H Khairuddin Anwar
H. Puar Junaidi S. Sos (anggota DPRD Kalsel)
Anang Rosyadi Adenansi
H. Haryanto (ketua DPD PKS Kalsel)
Bambang Yanto Purnomo
Masrifani
H Iwan Rusmali SH (ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin)
Irwan Anshari (Kabid Verifikasi Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin)
HM Sofwat Hadi (mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel yang kini anggota DPD dua periode)
CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BANJARBARU 2010:
Rahmat Thohir (mantan wakil walikota Banjarbaru)
Arie Sophian (ketua DPRD kota Banjarbaru)
Drs. Hadi Soesilo (kepala Badan Diklat Propinsi Kalsel)
Ruzaidin Noor (wakil walikota)
FA. Abby (akademisi/dosen FH Unlam))
Fudhoil Yamin (jaksa di Kejati Kalsel)
Ir. Noor Syahdi (fungsionaris Partai Gerindra Kalsel)
Syahriani Syahran (Asisten I Pemkot Banjarbaru)
Dewa Pahuluan (Presiden MGR)
Faried Sopyan (Kadis Pasar Kabupaten Banjar)
Dharmawan Jaya (ketua HIPMI Banjarbaru)
Ogi Fajar Nuzuli (Kadis Kebersihan)
Hermansyah Manap (kepala Biro HUMAS Propinsi Kalsel)
Drs Muslih Amberi (Ketua Tanfiziyah PCNU Kalsel)
CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN BANJAR 2010 :
HG. Khairul Saleh (bupati Banjar)
Habib Abdullah Alkaf (ketua Rabithah Alawiyah)
Fauzan Saleh (karo Kesra Kalsel)
CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH 2010:
Faried Fakhmansyah (kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan HST)
H. Mansyah Sabri (anggota DPRD Kalsel)
H Abdul Hakim Halim (ketua DPC PAN Kabupaten HST)
Harunarasyid
Fakih Jurjani
H Haris Makkie
CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN BALANGAN 2010:
Ir. H Sefek Effendi (bupati Balangan)
KH. Husin Nafarin
Eduarny Tarmidji
CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN TANAH BUMBU 2010:
Muhammad Iqbal Wahyudi
H. Burhanuddin
Amrullah Ideham
Difriadi Darjat
CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KOTABARU 2010:
Fatizanolo S (Wakil Bupati Kotabaru periode 2005-2010)
Alpidri Supian Noor (Ketua DPRD Kotabaru periode 2009-2014)
Muhammad Alamsyah (Wakil Ketua DPRD Kotabaru)
Gusti Syafrin Masrin (Kepala Dinas Perkebunan Kotabaru)
Untuk melaksanakan pilkada kalsel 2010 ini, diperlukan dana yang tidak sedikit. Menurut sebuah sumber, dana yang dikucurkan untuk penyelenggaraan pilkada kalsel 2010 ini adalah sebesar Rp.50 Miliar. Oleh karena itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan segera mencairkan dana pilkada kalsel 2010 tersebut sebesar Rp.50 Miliar. Dana tahap awal akan digunakan untuk membayar honor dan pelatikan PPK, PPS dan KPPS.
"Tidak ada masalah dengan dana pilkada kalsel 2010 dan dalam waktu dekat kami mulai mencairkannya," kata Kepala Bagian Umum dan Logistik KPU Kalimantan Selatan (Kalsel) Anang Junaidi.
Menurutnya, yang paling mendesak dari pencairan dana pilkada kalsel 2010 itu adalah pembayaran honor ribuan petugas di lapangan. Berdasarkan data, jumlah seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebanyak 119, Panitia Pemungutan Suara (PPS) 1.955, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 8.845 orang. "Honor mereka berkisar antara Rp.300.000,- hingga Rp.1 juta per orang," ujarnya.
Ia mengatakan, sejauh ini para petugas di lapangan mulai melakukan pemutakhiran data pemilih. Pemutakhiran data juga melibatkan partai politik, sehingga keakuratan data pemilih lebih baik jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.
Jumlah pemilih di Kalsel diperkirakan bertambah hingga 10% dari pemilih saat pemilihan presiden (pilpres) lalu yang mencapai 2.478.976 orang. Dana pilkada Kalsel yang akan berlangsung 2 Juni mendatang ditetapkan sebesar Rp.50 miliar, ditambah Rp.26 miliar apabila pilkada berlangsung dua putaran.
SUKSESKAN PILKADA KALSEL 2010
Baca juga : Arti Lambang atau Logo Pilkada KalSel 2010
|