|
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Presiden menilai posisi Sri Mulyani di Bank Dunia membanggakan Indonesia.
"Hari ini juga saya menerima surat pengunduran diri Sri Mulyani sehubungan dengan permintaan dan pengangkatan beliau menjadi managing director di Bank Dunia," kata Presiden dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Rabu (5/5).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal menerima tawaran lembaga keuangan internasional itu untuk menjadi Managing Director per 1 Juni 2010. Sri Mulyani, 47 tahun, akan menggantikan Juan Jose Daboub. Daboub, mantan Menteri Keuangan El Salvador, akan menyelesaikan masa jabatannya yang keempat pada 30 Juni nanti.
Sri Mulyani akan menjadi salah satu dari tiga managing director di institusi keuangan internasional itu. Jabatan managing director merupakan jabatan tertinggi kedua setelah Presiden Direktur Bank Dunia.
Presiden mengatakan dirinya telah menerima surat permohonan dari Direktur Bank Dunia Robert Zoellick 25 April lalu. Dalam surat tersebut, kata Presiden, Robert Zoellick menyatakan ingin mengangkat Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia.
"(Surat) secara ekspilist niat mengangkat Sri Mulyani tersebut. Saya pelajari dan saya menganggap itu posisi yang strategis, posisi yang penting, posisi yang terhormat," kata Presiden.
Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui ia akan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Ia akan menerima tawaran sebagai Managing Director Bank Dunia per 1 Juni 2010. "Ya, berita itu benar," kata Sri Mulyani usai membuka seminar International Financial Reporting Standard di Hotel Ritzt Carlton, Jakarta hari ini.
Namun, Sri Mulyani menegaskan, ia masih menunggu persetujuan dan izin dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Tentu saja itu tergantung izin Bapak Presiden," katanya.
Kepergian Sri Mulyani dari Kementerian Keuangan, menurut analis Citi Johanna Chua, memang ditanggapi negatif pasar. Namun, reaksi itu diperkirakan hanya akan bersifat sementara.
Pada penutupan perdagangan Rabu (5/5) siang ini indeks harga saham gabungan (IHSG) terpangkas 82,174 poin (2,78 persen) ke level 2.876,843 dibandingkan penutupan kemarin di 2.959,015. Indeks bahkan sempat jatuh lebih dari 100 poin hingga ke 2.853.
Sementara itu Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku tidak ada masalah dengan penunjukan Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia. Wakil Ketua KPK Haryono mengatakan bila nanti KPK membutuhkan keterangan Sri, Komisi akan memerintahkan penyidiknya ke luar negeri.
Sebelumnya, salah satu anggota Tim Pengawas Century, Akbar Faizal, meminta KPK melakukan pencekalan kepada Sri Mulyani. Pencekalan diperlukan untuk memastikan proses hukum terhadap Sri tetap berjalan.
Sri Mulyani Indrawati--akrab disapa Mbak Ani--menjadi magnet diskusi publik lagi. Setelah tiada henti menjadi perdebatan karena perannya dalam bailout Bank Century yang dituduh sarat skandal, kini Mbak Ani yang juga sarat pujian dunia itu ramai dibicarakan lagi.
Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani menjadi managing director. Dengan jabatan tersebut Sri Mulyani akan menjadi orang nomor dua di bank berpengaruh yang berkedudukan di Washington, Amerika Serikat, itu.
Di manakah letak bobot persoalan Sri Mulyani? Dia sedikit dari wanita di dunia yang menjadi menteri keuangan dan menikmati berbagai penghargaan bergengsi. Tetapi di dalam negeri, karena kasus Century, Sri Mulyani tersiksa karena proses politik dan hukum yang sedang dijalaninya.
Artinya, Sri Mulyani sekarang ini adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia yang masih terikat oleh hukum Indonesia. Tidak saja sebagai warga negara, tetapi juga sebagai pejabat negara.
Terlebih lagi Sri Mulyani sedang terikat oleh sebuah penyelidikan hukum yang belum selesai. Permasalahan yang muncul kemudian adalah pada pertanyaan apakah setelah menjadi pejabat Bank Dunia yang berkantor di Washington semua urusan yang berkaitan dengan Sri Mulyani dalam hubungan dengan kasus Century tidak terganggu?
Dimensi lain adalah pada hak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Sri Mulyani untuk menolak atau menerima. Ternyata, Sri Mulyani lebih memilih menjadi managing director Bank Dunia ketimbang mempertahankan posisinya sebagai menteri keuangan. Dan, ternyata juga, Presiden Yudhoyono menyetujui dengan senang hati dan bangga.
Ketika Presiden dan Sri Mulyani tidak bisa menolak tawaran Bank Dunia, muncul pertanyaan apakah sesuatu yang datang dari Bank Dunia mutlak sifatnya? Juga apakah Bank Dunia bebas memilih siapa saja dari belahan dunia mana saja untuk menduduki jabatan di bank itu tanpa terikat pada tata aturan negara bersangkutan?
Ketika Sri Mulyani menerima tawaran jabatan dari Bank Dunia dan karena itu mengundurkan diri sebagai menteri, terjadilah reshuffle. Inilah sebuah dimensi politik bagi SBY yang tidak kalah ringan. Jabatan menteri keuangan adalah posisi yang amat strategis karena itu tidak bisa diisi oleh sembarang orang atau sembarang kepentingan.
Terlepas dari kerumitan dan komplikasi yang muncul karena kepergian Sri Mulyani, kita perlu mengapresiasi kehebatan anak bangsa yang bernama Sri Mulyani itu. Dia memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memperoleh kepercayaan dunia. Tetapi sayangnya di dalam negeri dia tersiksa oleh sebuah proses hukum yang tak kunjung selesai.
Para pengagum Sri Mulyani mengatakan Mbak Ani akan berperan lebih besar bagi Indonesia ketika duduk sebagai pejabat penting di Bank Dunia. Tetapi, kalau negeri ini menganggap Sri Mulyani penting dan vital, mengapa kita membiarkan dia pergi. Mengapa SBY tidak mempertahankan dia sebagai menteri keuangan?
Kalau Sri Mulyani boleh menjawab jujur, apakah pertimbangan utamanya sehingga lebih memilih menjadi managing director Bank Dunia ketimbang mengabdi bagi bangsa dan negara melalui Kementerian Keuangan? |